Tidak ada pemimpin yang mentalnya tidak kuat

Gumil

Perasaan Kita

Bagaimana perasaan kita saat kita tahu bahwa orang yang kita kira tidak peduli sama sekali kepada kita adalah orang yang paling sering menyebut nama kita di dalam doanya?

Bagaimana perasaan kita saat kita tahu orang yang menulis begitu dalam dan indahnya dan kita kira untuk orang lain, ternyata…

Friendship

Ini lah yang saya sebut persahabatan. Mereka yang nama-namanya saya sebut dalam pikiran saya, adalah orang yang saya panggil sahabat. Hanya dengan mengingat momen-momen saat bersama, dan menyadari betapa kami satu sama lain sudah sangat jauh melewati momen demi momen, suka, duka, pertengkaran, dll, saya menangis.
Saya menangis mengingatnya.

Karena kami sekarang terpisah.
Dekat dalam jarak, tapi jauh dalam waktu. Karena tidak setiap saat bisa bertemu. Kami sudah dengan tanggung jawab kami masing-masing. Kami sudah dengan waktunya masing-masing. Waktu yang saya sebut dengan impian, mimpi. Waktu yang saya sebut dengan “balas budi kepada orang tua”.

Saya berfikir, apa yang akan saya lakukan di tempat baru ini. Kepada siapa saya harus melampiaskan tingkah-tingkah bodoh saya, yang biasanya saya lampiaskan ke mereka? Kepada siapa saya harus menuangkan pikiran saya kedalam lelucon-lelucon tak bermutu, kalau bukan ke mereka?
Tapi… memang hidup ini begini adanya.
Berjalan maju. Tidak berjalan di tempat. Apalagi berjalan mundur.

Saya merindukan mereka… Sangat.
“Baik, semangat Fem!”. Hanya itu yang bisa saya katakan kepada diri saya sendiri sekarang..

anomalousdata:

oreosforbreakfast:

ohaielly:

someone didn’t think this through.

Laughed for like 3 days.

You can see the exact moment where it realizes its mistake.

anomalousdata:

oreosforbreakfast:

ohaielly:

someone didn’t think this through.

Laughed for like 3 days.

You can see the exact moment where it realizes its mistake.

(Source: catleecious)

Remember this, hun? This is so us when we went to Maribaya for malam keakraban taekwondo dan menyanyikan tip toe trough the tulips

Remember this, hun? This is so us when we went to Maribaya for malam keakraban taekwondo dan menyanyikan tip toe trough the tulips

(Source: maudit)

Aku tahu rasanya berat sekali berfikir dan mengerjakan. Aku tahu rasanya menyenangkan untuk bermain dan bersantai. Tapi sudahlah lupakan, kita tidak punya waktu senggang lagi. Aku tahu kamu malas, tapi abaikan rasa malas itu. Tetaplah menulis. Tetaplah mengetik. Tetaplah berfikir. Entah apapun itu aku pun tidak tahu, yang jelas tetaplah berjalan. Ini akan selesai. Ini akan selesai jika kamu terus berjalan. Ini akan membuahkan hasil. Ayolah percayalah. Ini akan membuahkan hasil. Ayo sekarang berjalan! Berlarilah!
Tempat ini tidak akan pernah berubah jika kamu hanya diam.
Memang tidak tahu harus kemana, tetapi selalu lebih baik berjalan dan mencari harapan bantuan daripada hanya duduk dan diam. Tidak akan ada siapapun yang datang menolong, jika kamu tidak berusaha memulai berjalan terlebih dahulu. Tidak akan ada yang tahu kamu dimana jika kamu tidak berjalan. Percayalah. Akan selalu ada bedanya, antara yang hanya diam, dengan yang berjalan. Akan selalu ada bedanya, antara yang malas, dengan yang gigih berusaha. Akan selalu ada bedanya. Apapun tindakanmu, akan selalu ada hasilnya.
I don’t know where I should go. But I’m on my way.