3 Juni, 2012 

Kenapa gak bilang kak? Aku nungguin padahal! 

I closed my mouth and spoke to you in a hundred silent ways.

Omg. Bayangin deh apa yang kira-kira bakal terjadi kalo udah nyampe yang paling puncak gitu, trus ada petir gede banget hahahahahaha 

Omg. Bayangin deh apa yang kira-kira bakal terjadi kalo udah nyampe yang paling puncak gitu, trus ada petir gede banget hahahahahaha 

Cantik bangettttz

Cantik bangettttz

Saya sering menulis karena saya pelupa. Saya pelupa dengan setiap kejadian. Bahkan bernafas pernah saya lupa. Karena kamu tersenyum waktu itu.

Rasanya itu seperti ingin kembali ke… 8 tahun yang lalu. Di rumah kedua. Di tempat itu. Di bus itu. Di parkiran itu. Di Masjid itu. Di kelas itu. Di taman itu. Di auditorium itu. Di kantin itu. Di pohon itu. Di asrama itu. Bersama mereka. Pagi, siang, malam. Dimana semuanya terasa baik-baik saja. Semuanya saling menjaga. Semuanya saling mengasihi. Tertawa bersama, bertengkar-kecil yang berakhir dengan tawa juga. Dalam keadaan tertekan pun terus dipacu semangatnya. Di Al-Azhar, Medan. 

Kalau boleh jujur, saya ingin sekali bertemu dengan kamu. Mengenal kamu, dan tahu kamu itu orangnya seperti apa. Bagaimana kepribadianmu, dan yang paling penting, seberapa besar kamu masih menyimpan perasaan padanya. Tapi saya tidak punya cukup keberanian untuk mencari celah itu. Tidak, saya tidak benci. Namun saya juga tidak ingin dikatakan munafik. Tapi rasa merasakan-posisi-kamu-sekarang, (jika memang benar tebakan saya), mampu mengalahkan rasa benci dan rasa kesal saya, padamu. Andai saja saya bisa merelakan, saya relakan dia untukmu.

Jika ingin hal hebat dikatakan, serahkan pada laki-laki. Jika ingin hal hebat dilaksanakan, serahkan pada wanita.
(via kuntawiaji)
I wish I could relieve your suspicious to me.

Se-begitu tidak bisa di percayakahnya aku sebagai seorang pendamping mu? Jika aku terlihat masih kurang, tutupi kekuranganku, sempurnakan aku dengan kelebihanmu. Aku pun disini, berusaha terus menutupi kekuranganmu dengan kelebihanku.