
Omg. Bayangin deh apa yang kira-kira bakal terjadi kalo udah nyampe yang paling puncak gitu, trus ada petir gede banget hahahahahaha
Rasanya itu seperti ingin kembali ke… 8 tahun yang lalu. Di rumah kedua. Di tempat itu. Di bus itu. Di parkiran itu. Di Masjid itu. Di kelas itu. Di taman itu. Di auditorium itu. Di kantin itu. Di pohon itu. Di asrama itu. Bersama mereka. Pagi, siang, malam. Dimana semuanya terasa baik-baik saja. Semuanya saling menjaga. Semuanya saling mengasihi. Tertawa bersama, bertengkar-kecil yang berakhir dengan tawa juga. Dalam keadaan tertekan pun terus dipacu semangatnya. Di Al-Azhar, Medan.
Kalau boleh jujur, saya ingin sekali bertemu dengan kamu. Mengenal kamu, dan tahu kamu itu orangnya seperti apa. Bagaimana kepribadianmu, dan yang paling penting, seberapa besar kamu masih menyimpan perasaan padanya. Tapi saya tidak punya cukup keberanian untuk mencari celah itu. Tidak, saya tidak benci. Namun saya juga tidak ingin dikatakan munafik. Tapi rasa merasakan-posisi-kamu-sekarang, (jika memang benar tebakan saya), mampu mengalahkan rasa benci dan rasa kesal saya, padamu. Andai saja saya bisa merelakan, saya relakan dia untukmu.
| — | (via kuntawiaji) |






